Jumat, 03 Oktober 2014

TUGAS 2 PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1

PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN

    A.   Auditing

1.  Pengertian Auditing Menurut (Sukrisno Agoes , 2004), auditing adalah
“Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.”

2.   Pengertian Auditing menurut (Arens dan Loebbecke, 2003), auditing sebagai:
“Suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing seharusnya dilakukan oleh seorang yang independen dan kompeten.”
3.   Pengertian Auditing Menurut (Mulyadi , 2002), auditing merupakan:
“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.”

Menurut (Mulyadi, 2002), berdasarkan beberapa pengertian auditing di atas maka audit mengandung unsur-unsur:
·         Suatu proses sistematis, artinya audit merupakan suatu langkah atau prosedur yang logis, berkerangka dan terorganisasi. Auditing dilakukan dengan suatu urutan langkah yang direncanakan, terorganisasi dan bertujuan.
·         Untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif, artinya proses sistematik ditujukan untuk memperoleh bukti yang mendasari pernyataan yang dibuat oleh individu atau badan usaha serta untuk mengevaluasi tanpa memihak atau berprasangka terhadap bukti-bukti tersebut.
·         Pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi, artinya pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi merupakan hasil proses akuntansi.
·         Menetapkan tingkat kesesuaian, artinya pengumpulan bukti mengenai pernyataan dan evaluasi terhadap hasil pengumpulan bukti tersebut dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Tingkat kesesuaian antara pernyataan dengan kriteria tersebut kemungkinan dapat dikuantifikasikan, kemungkinan pula bersifat kualitatif.
·         Kriteria yang telah ditetapkan, artinya kriteria atau standar yang dipakai sebagai dasar untuk menilai pernyataan (berupa hasil akuntansi) dapat berupa:
·         Peraturan yang ditetapkan oleh suatu badan legislative
·         Pnggaran atau ukuran prestasi yang ditetapkan oleh manajemen
·         Prinsip akuntansi berterima umum (PABU) diindonesia
·         Penyampaian hasil (atestasi), dimana penyampaian hasil dilakukan secara tertulis dalam bentuk laporan audit (audit report)
·         Pemakai yang berkepentingan, pemakai yang berkepentingan terhadap laporan audit adalah para pemakai informasi keuangan, misalnya pemegang sahammanajemen, kreditur, calon investor, organisasi buruh dan kantor pelayanan pajak

Audit dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :
·         Audit laporan keuangan ( financial statement audit ). Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor eksternal terhadap laporan keuangan kliennya untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan tersebut disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit lalu dibagikan kepada pihak luar perusahaan seperti kreditor, pemegang saham, dan kantor pelayanan pajak.
·         Audit kepatuhan (compliance audit ). Audit ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan kondisi, peratuan, dan undang-undang tertentu . Kriteria- kriteria yang ditetapkan dalam audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Contohnya ia mungkin bersumber dari manajemen dalam bentuk prosedur-prosedur pengendalian internal. Audit kepatuhan biasanya disebut fungsi audit internal, karena oleh pegawai perusahaan.
·         Audit operasional (operational audit ). Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas operasi organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Dalam audit operasional, auditor diharapkan melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang komprehensif terhadap operasional-operasional tertentu.

   B.   Laporan Keuangan

      1.    Yang diperiksa adalah Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang di susun oleh manajemen beserta catatan2 pembukuan dan bukti – bukti pendukunganya.
·         Laporan keuangan yang harus diperiksa terdiri dari :
o   Neraca,
o   Laba/Rugi,
o   Perubahan Modal,
o   Arus Kas,
o   Catatan Atas Laporan Keuangan
·         Contoh - contoh pembukuan :
o   Buku Besar
o   Buku Pembantu
·         Bukti – bukti Pendukung :
o   Bukti Catatan Kas
o   Voucher
o   Faktur
·         Dokumen lain yang diperiksa :
o   Notulen
o   Rapat Perjanjian
o   Kredit
o   Dll


Apa yang dimaksud Akuntan Publik dan KAP ?
Menurut UU No.5 Tahun 2011
“Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagimana diatur dalam Undang-Undang ini ( UU No.5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik ).”
Menurut UU No.5 Tahun 2011
“Kantor Akuntan Publik, yang selanjutnya disingkat menjadi KAP, adalah badan usaha yang didirikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mendapatkan izin usaha berdasarkan Undang-Undang ini”

Hierarki Akuntan Publik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMmZy_FBg0dpQWJbDpsn9o6zQqpX90pa_utfpbQrhoDW8tU2B2Pk3-7e3J5GDf6OcHsJ-x0DskMh5HqzEqEM_EONuU5lQmlrnYdUb4QDVPA3nZd623zi4JZ-YBJ5gd6lE-5pTQZ9Yq7Rk1/s1600/Untitled.jpg

KAP ( Kantor Akuntan Pajak ) yang termasuk Big4 :
a.    E & Y
b.    Delloit
c.    KPMG
d.    PWC

Tugas KAP
1.    Mengaudit
2.    Jasa pajak
3.    Jasa konsultasi manajemen
4.    Jasa akuntan dan banking

  
   2.    Pemeriksaan dilakukan secara kritis dan sistematis

Pemeriksaan dapat dilakukan secara kritis, pemeriksaan harus dipimpin oleh seorang yang bergelar akuntan dan mempunyai ijian praktek sebagai akuntan public dari Menteri Keuangan.

Pemeriksaan dapat dilakukan secara sistematis, akuntan public harus merencanakan pemerksaannya sebelum proses pemeriksaan dimulai dengan membuat audit plan yang memuat kapan pemeriksaan dimulai, berapa lama, kapan laporan harus selesai, berapa orang staf yang ditugaskan, masalah – masalah yang diperkirakan akan dihadapi dibidang auditing, akuntansi dan perpajakan.

   3.    Pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang Independen, yaitu Akuntan public

Independen berarti tidak mempunyai kepentingan tertenttu di perusahaan tersebut. Misalnya sebagai pemegang saham atau direksi.

Akuntan Publik harus independen karena sebagai orang kepercayaan masyarakat, harus bekerja secara objektif, tidak memihak dan melaporkan apa adanya.

   4.    Tujuan Pemeriksaan Akuntan
Tujuan Pemeriksaan Akuntan adalah untuk dapat memberikan pendapatan mengenai kewajaran laporan keuangan yang diperiksa.

Prinsip Etika
1.    Integritas         : Harus adil dan berterus terang dalam menjalankan praktiknya
2.    Objektivitas     : Tidak berpihak di satu sisi
3.    Kompetensi Profesional dan Kecermatan
4.    Kerahasiaan
5.    Perilaku Profesional

Tujuan Umum Audit
Tujuan dari Audit adalah untuk menyatakan pendapat atas kewajaran laporan keuangan.
Asersi  : Pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan.
Asersi manajemen dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a.    Keberadaan atau keterjadian ( Exsistence or Occurrence )
b.    Kelengkapan ( Completeness )
c.    Hak & Kewajiban ( Right & Obligation )
d.    Penilaian ( Valuation ) atau alokasi
e.    Penyajian & pengungkapan ( Presentation & Disclosure )


APRILIA RAHAYU
21212016 // 3EB24

Jumat, 26 September 2014

TUGAS 2 BAHASA INDONESIA 2

CONTOH BERITA / ARTIKEL YANG MEMILIKI PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Contoh Paragraf Deduktif 

Jakarta - Menghadapi pramusim National Basketball League (NBL) 2014-2015, PT DBL Indonesia meluncurkan jersey terbaru ke-12 tim yang akan berlaga.

Bekerja sama dengan apparel Li-Ning dan desainer Oscar Lawalata, acara peluncuran jersey tersebut dilakukan di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (15/9/2014) sore.


Commissioner NBL Indonesia sekaligus direktur PT DBL Indonesia, Azrul Ananda, mengungkapkan tujuan dari tampilan baru tim-tim NBL tersebut. Salah satunya adalah untuk memberi citra baru bagi dunia olahraga di tanah air, khususnya bola basket.


"Dibandingkan olahraga lain, basket memang lebih menonjol soal style.Sehingga logis apabila kami menggandeng desainer untuk memberi sentuhan langsung kepada seluruh jersey klub-klub NBL Indonesia," kata Azrul.


Ia menambahkan, alasan memilih Oscar sebagai perancang jersey adalah karena sang desainer dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan olahraga bola basket.


"Basket ini olahraga nge-pop untuk anak muda, jadi cocok buat kami. Dan juga, keluarga Oscar ada latar belakang basket sehingga lebih muda mengeksplor isi kepalanya soal basket," urainya.‎


"Saya orang yang tidak mengerti fesyen. Tapi saya sering melihat 12 tim ini selama bertahun-tahun, dan saya sedang  melihat ada yang segar di mata saya untuk tahun ini.



Kesimpulannya :

Berita diatas sedang membahas tentang peluncuran jersey terbaru tim NBL dan inti topik pembahasan diatas terdapat di awal paragraf, jadi berita diatas termasuk Paragraf Deduktif karena ciri – cirri paragraf deduktif kalimat utamanya terdapat diawal paragraf dan kalimat seterusnya hanya kalimat penjelas saja.


Contoh Paragraf Induktif

Buah Untuk Kesehatan Mata
Mata merupakan jendela hati. Demikian kata pepatah mengatakan. Memang benar, dari mata kita dapat mewakili semua rasa yang ada. Sorot mata memiliki arti bahkan manusia dapat berkomunikasi hanya melalui tatap mata. Mata juga tak mampu menyembunyikan sebuah kebohongan. Betapa dahsyat fungsi mata selain mampu menunjukkan kepada kita akan indahnya dunia. Namun tahukah Anda apa yang baik untuk mata? Ya, mata perlu sehat dan kita akan membicarakan tentang manfaat buah untuk kesehatan mata.
Buah selain enak dimakan, menyegarkan tubuh sekaligus menyehatakan tubuh, juga memiliki berjuta manfaat lain. Salah satunya adalah untuk meningkatkan kesehatan mata. Bagaimana bisa? Ya, di dalam berbagai jenis buah terkandung suatu komponen zat warna yang disebut sebagai beta karoten. Beta karoten ini dapat mengaktifkan pro vitamin A menjadi vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan meningkatkan daya akomodasi. Beta karoten terdapat di dalam buah-buahan khususnya yang berwarna kuning, jingga atau kemerahan. Sebagai contoh adalah buah mangga, papaya, jeruk, apel, semangka, melon. Kalau buah berwanra merah, kunging, jingga, oranye sudah Nampak jelas mengandung karoten, buah apel berwarna hijau serta pir ternyata juga mengandung beta karoten dalam kadar cukup tinggi.
Selain meningkatkan daya akomodasi, adanya beta karoten di dalam buah mampu mengobati katarak bahkan glaucoma. Khasiat buah untuk kesehatan mata juga diperankan oleh adanya kadar lutein tinggi seperti terdapat pada buah kiwi, pisang, jambu juga dapat mengobati katarak. Kadar vitamin C yang tinggi pada buah juga dapat menguatkan jaringan ikat pada area mata serta memperlancar peredaran darah. Vitamin C juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membantu tubuh mengurangi terjadinya infeksi pada mata.
Beberapa buah yang mengandung minyak esensial seperti buah zaitun, buah strawberry bagus untuk mata, khususnya dalam proses membersihkan mata serta mengobati mata radang. Juga dapat mengobati katarak. Kandungan folat, kalsium serta kalium di dalam beberapa jenis jeruk, pisang, salak. Betapa besar manfaat buah untuk kesehatan mata.

Kesimpulan :
Dari artikel diatas membahas tentang buah untuk kesehatan mata, dan inti dari artikel ini terletak pada akhir paragraf, dan ini termasuk paragraf induktif karena paragraph utama berada di akhir artikel ini.






Sumber :


By. Aprilia Rahayu // 3eb24
21212016

Kamis, 25 September 2014

TUGAS 1 BAHASA INDONESIA 2

PENGERTIAN DARI PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF


Paragraf Deduktif
Paragraf yang memiliki kalimat utama atau inti pembahasannya terletak diawal paragraf dan seterusnya kalimat yang berisi penjelasan-penjelasan.

Paragraf Induktif
Paragraf yang memiliki kalimat utama di akhir, jadi didahului dengan kalimat  yang berisi penjelasan, kemudian diakhiri kalimat utama atau kalimat inti.



Aprilia Rahayu ( 3EB24 )
21212016


TUGAS 1 PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1



AUDIT


PENGERTIAN :
1.       Mengevaluasi dan mengumpulkan bukti informasi.
Bukti Informasi :
-       Subjektif à Sistem, Laporan Lisan
-       Objektif à Laporan Keuangan

2.       Dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Kriteria yang dimaksud diatas sebagai berikut
-       IFRS
-       GAAP ( General Acceptance Accounting Principle)
-       PASK

3.       Oleh orang yang kompeten dan independen

      A.   BUKTI – BUKTI AUDIT
a.    Kesaksian lisan
b.    Komunikasi tertulis dengan pihak luar
c.    Observasi oleh auditor
d.    Data elektronik dan data lain tentang transaksi




      B.   TUJUAN AUDIT
      Mengurangi resiko informasi

      C.   SEBAB – SEBAB SETIAP RESIKO INFORMASI
1.    Jauhnya Informasi
2.    Bias dan motif pihak penyedia
3.    Data yang sangat banyak
4.    Transaksi pertukaran yang kompleks

      D.   CARA MENGURANG RESIKO INFORMASI
1.    User memverifikasi informasi
2.    Pengguna berbagai resiko informasi dengan manajemen
3.    Tersedianya laporan keuangan yang telah diaudit

      E.    JASA ASSURANCE
     Jasa professional independen yang meningkatkan kualitas informasi bagi para pengambil        keputusan.

      F.    JASA YANG DISEDIAKAN
           Jasa atestasi, dimana KAP mengeluarkan laporan yang reabilitas untuk pihak lain.
           Dibagi menjadi 5 kategori :
a.    Audit atas laporan keuangan
b.    Atesi mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan
c.    Review laporan keuangan
d.    Jasa atestasi mengenai teknologi informasi
e.    Jasa atestasi lain yang dapat diterapkan pada berbagai permasalahan

      G.   JASA NON ASSURANCE
1.    Jasa akuntansi dan pembukuan
2.    Jasa pajak
3.    Jasa konsultasi manajemen
4.    Audit lingkungan
5.    Penilaian resiko keuangan dan tidak illegal

      H.   JENIS – JENIS AUDIT
1.    Audit Operasinal
Mengevaluasi  efesiensi dan efektifitas operasional organisasi
Contoh      :  Audit Operasional gaji
-          Informasi         = Jumlah catatan gaji yang diproses per bulan
-          Kriteria             = Standar perusahaan departemen penggajian
-          Bukti- bukti      = Laporan keuangan dan perhitungan auditor

2.    Audit Ketaatan ( Compliance Audit )
Contoh      :  Perusahaan memperpanjang pinjaman di Bank
-          Informasi         = Catatan perusahaan
-          Kriteria             = Ketentuan perjanjian pinjaman
-          Bukti – bukti    = Laporan keuangan dan perhitungan auditor

3.    Audit Laporan keuangan
Contoh      :  Audit laporan keuangan BCA
-          Informasi         = Laporan keuangan BCA
-          Kriteria            = GAAP
-          Bukti              = Dokumen, Catatan, dan Sumber bukti dari luar


By. Aprilia Rahayu 21212016

Jumat, 04 Juli 2014

CONTOH KERANGKA KARANGAN (OUTLINE)

Topik                           :
Faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen asuransi

Judul                           :
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen pada asuransi Prudensial di Kota Semarang

Tujuan                         :
Mengetahui nilai pelanggan terhadap loyalitas pada kosumen Asuransi Prudensial, daya tarik iklan terhadap loyalitas pada konsumen dan pengaruh kompentensi tenaga penjualan terhadap loyalitas pada konsumen Asuransi Prudensial

Rumusan Masalah       :
Pengaruh nilai pelanggan, daya tarik iklan dan pengaruh kompentensi tenaga penjual terhadap loyalitas pada konsumen asuransi Prudensial

Aspek yang diteliti      :     
1. Kinerja penjual asuransi
2. Loyalitas penjual asuransi kepada konsumen
3. Daya tarik iklan

Metode Penelitian       :
Studi pustaka survey melalui wawancara dan angket

Literatur                      :
Data primer